Tampilkan postingan dengan label vacation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vacation. Tampilkan semua postingan

MeLaRikaN DiRi

Saya baru menyadari bahwa melarikan diri ternyata gak bisa dijadikan alasan untuk melakukan sebuah perjalanan. Apalagi ketika tempat yg didatangi ternyata mengusik berjuta kenangan...

Tapi begitulah yg saya lakukan di awal bulan kemarin. Perjalanan ke Malang yg saya lakukan bersama Adit, adik laki2 saya, benar2 dilakukan tanpa rencana. Jangankan hunting tempat yg perlu didatangi di sana, ngecek keberadaan tiket pun gak. Alhasil ketika selesai memasukkan pakaian ke dalam backpack, kami langsung meluncur ke stasuin Senen. Yap, akhirnya kami terpaksa 'ngegembel' karena cuma kereta ekonomi itulah yg bisa langsung kami dapatkan tiketnya tanpa harus memesannya terlebih dahulu.


Dan berhubung ini adalah pengalaman pertama saya naik kereta ekonomi, jd yg ada saya sedikit excited walau tetap deg2an. Abisan itu gerbong penuh aja gt, sampai banyak yg terpaksa berdiri di lorong tengah. Udah gt sepanjang perjalanan yg namanya pedagang asongan gak ada berhentinya lagi, keluar masuk terusss. Alhasil saya & adik terpaksa tidur bergantian supaya ada yg bs menjaga barang2 kami agar gak kecolongan.


Untung kereta itu jalannya cepat, jadi walau harus berhenti di setiap stasiun yg ada...perjalanan tetap gak memakan banyak waktu. Cuma sekitar 18 jam aja!!! (*eiy, itu mah udah banyak ya? hehee ;p)


Selama di Malang awalnya emang enak, bisa jalan ke sana-kemari sendirian. Apalagi saat itu kami numpang nginep di rumah sepupu, jadi gak perlu mengeluarkan dana tambahan untuk bayar penginapan. Tapi ketika adik saya mulai sibuk dengan urusan kampusnya, terus terang saya jadi mati gaya.Abisan jadi gak ada teman untuk mengelilingi kota itu, secara saya gak ngerti dengan jalan2 yg ada di sana. Alhasil saya angkatlah topik #kesasar di Malang# ke dalam twitter saya. Dan gak sampai satu jam, bermunculanlah banyak jawaban yg bisa saya jadikan bantuan. Mulai dari tempat makan yg enak, tempat jalan yg oke, plus makanan2 yg wajib saya makan selama berada di sana.


Alhasil, selama 3 hari di sana berat badan saya sukses naik 2kg!!! Alesannya apalagi kalo bukan karena keenakan mencoba berbagai makanan 'unik' di sana. Yah, walau dibilang Malang adalah kampung halaman, tapi terus terang belum semua makanan sukses saya coba. Jadi kemarin itu bisa dibilang ajang bayar hutang lah :D


Terus terang tadinya kita berdua berniat untuk mampir ke Bandung pas pulangnya. Tapi bodohnya, gara2 keasikan ngobrol sama mantan pacarnya, adik saya jd lupa waktu. Harusnya sampai rumah jam sebelasan, yg ada dia baru pulang jam 2an. Padahal kereta yg harus membawa kita ke Bandung berangkat jam 3!!! Parah...


Udah pasti kita ketinggalan kereta. Untung aja masih ada kereta yg berangkat sore itu ke Jakarta, jadi langsung aja saya ambil walau harus bayar jauh lbh mahal karena itu a/ kereta eksekutif. Kepalang tanggung soalnya, udah terlanjur packing en dadah2 sama orang rumah. Malu kan kalo harus pulang lagi...hehehe.

Sedikit lega sih bisa 'melarikan diri' sejenak dari hiruk pikuk Jakarta, tapi kok masih berasa 'kosong' ya saya. Apa perlu melarikan diri ke tempat yg lebih jauh dg waktu yg lebih lama ya? T_T

JeLajAh TiDuNg

Pulau Tidung. Sejujurnya belum terlalu lama mendengar namanya. Tapi rasanya udah mulai akrab di telinga, sejak banyak mulut yang menceritakan tentang keindahan panoramanya. Apalagi banyak EO perjalanan wisata yg seperti berlomba2 untuk mengadakan travelling ke sana, makin penasaran aja deh saya. Makanya, begitu salah 1 sahabat menceritakan tentang rencana perjalanannya ke sana bersama beberapa teman kantornya, terus terang saya langsung membelalakkan mata lebar2. Akhirnya dengan nada sedikit mengancam, saya pun merayunya untuk ikut serta. Dan betapa senangnya saya ketika akhirnya dia & teman2 kantornya mengizinkan saya ikut serta di dalam perjalanan singkat yg menyenangkan itu ;p

Jumat tgl. 18 Juni 2010, sepulang kerja saya langsung menuju kosan teman di Utan Kayu. Niat banget memang, mengingat rumah saya yg berada nun jauh di sana teramat sangat gak memungkinkan dibuat base untuk perjalanan kali ini. Abisan kan kita semua diminta berkumpul di kantor pusat Adira di daerah Menteng sana tepat jam 5 subuh keesokan harinya. Makanya saya memutuskan untuk bermalam di situ.

Baru aja berhasil memejamkan mata sekitar 2 jam, tb2 si kembar sahabat saya datang. Saat itu sekitar jam 12 malam. Niatnya kelihatan banget: ngegangguin saya tidur! & parahnya, mereka berhasil...karena akhirnya saya br berhasil tidur lg sekitar jam 2an setelah lelah diajak ngobrol ttg segala hal *pfiuh*

Jam 5 kami memulai perjalanan. Menteng-Muara Angke cuma ditempuh + 1 jam dg menumpang 3 buah taksi yg udah dipesan sebelumnya. Sampai di sana, ternyata udah penuh banget sm rombongan lain yg -kayaknya nih yaaa- jg bertujuan ke Pulau Tidung. Alhasil gak sampai 1 jam, kapal kayu besar yg kami naiki pun langsung penuh & ready to go.

Kami yg saat itu mendapat tempat di bagian atas, mencari tempat yg pewe buat menikmati sinar mentari pagi. Gaya banget ceritanya, walau di tengah perjalanan akhirnya malah menepi untuk mencari tempat yg enak buat memejamkan mata. Hehe... Maklum, efek antimo udah mulai terasa :p

2 setengah jam perjalanan ternyata kami lalui dg lancar. & kami pun sampai di Pulau Tidung sekitar jam 10an. Lsg mencari Mario, orang EO yang kami pakai, yg mengenalkan kami semua dg Pak Adai, pemandu setempat. Nah, Pak Adai inilah yg akhirnya menemani kami selama di sana. Mulai dr mengantarkan ke home stay yg kami tinggali, trus bersepeda ke pantai buat foto2, meminta kami makan siang secepatnya, lalu langsung mengantarkan kami ke Pulau Tidung Kecil untuk snorkling.

Sayangnya, siang itu tiba2 hujan turun dg derasnya. Mengagetkan kami yg saat itu lg ngebut dg sepeda masing2. Terlanjur mendekati posisi, akhirnya kami pun tetap melanjutkan perjalanan dg menambah kecepatan kayuhan sepeda untuk bs secepatnya sampai di tujuan. Baju yg kami kenakan langsung basah kuyup. Gak terkecuali seluruh tubuh kami, benar2 gak ada 1 bagian pun yg terlihat kering. Akhirnya setelah hampir setengah jam, kami pun sampai. Memarkir sepeda berderetan, lalu berjalan beriringan mengikuti Pak Adai.

Hujan masih turun dg deras. Walau begitu, gak menyurutkan niat kami untuk ber-snorkling. Alhasil kami menghabiskan sore itu dg snorkling di Tidung Kecil. Agak kecewa sebenarnya, menyadari pemandangan bawah lautnya yg gak seindah bayangan kami. Makanya ketika kembali ke home stay, kami pun meminta Pak Adai untuk mengantarkan kami ber-snorkling lg esok pagi. Sekadar pemuas dahaga jiwa melihat keindahan alam Sang Pencipta.

Walau masih capek karena kurang tidur -well, setelah makan malam kami memang dijemput Pak Adai utk BBQ di tepi pantai sampai jam 11- tp kami semangat bangun keesokan subuh. Alasannya apalagi kalau bukan karena mau melanjutkan snorkling di Pulau Payung & ujung Pulau Tidung. Akhirnya dg perahu sewaan, kami pun melanjutkan perjalanan selama setengah jam. Namun lg2 hujan gerimis mencoba 'mengganggu' kami. Tp saking penasaran, kami pun sama skali gak menghiraukan ombak yg mulai meninggi & arus bawah laut yg makin terasa kencang. Setelah memasang life jacket & snorkel, 1 per 1 dr kami pun langsung menjatuhkan diri ke tengah laut. Dan hasilnya... voila!... pemandangan indah bawah laut pun berhasil kami temukan! Senangnyaaa...

Kalau bukan karena jarum jam telah menunjukkan pukul setengah 11 siang, mungkin kami masih enggan meninggalkan pemandangan itu. Tp ketika menyadari bahwa kapal yg akan membawa kami kembali ke Jakarta akan berangkat jam 1, kami pun lsg bergegas kembali ke penginapan. Membersihkan diri, membereskan bawaan, lalu berlari2 menuju dermaga.

Hujan yg semakin deras, ombak yg semakin besar, dan goyangan kapal yg semakin gak beraturan... menemani kami selama di perjalanan. Bahkan perjalanan pulang yg normalnya menempuh 2 setengah jam saja, kali itu harus menghabiskan waktu selama 4 jam. Panik abis!!! Apalagi begitu menyadari bahwa kapal kami ternyata mengangkut penumpang yg melebihi kapasitas, makin deg2an aja deh rasanya. Malah demi 'menyelamatkan diri' dr keadaan mabuk laut yg hampir sj menyerang, saya & bbrp teman sampai menelan 2 butir antimo sbg antisipasi. Dan untunglah kami berhasil sampai di Muara Angke dg selamat, tanpa kekurangan apa2.

Wew, benar2 pengalaman berlibur yg menyenangkan, walau sedikit kecewa dg 'pelayanan' EO yg kami gunakan. Eh, tp kalau next time ada yg mau ngajak ke sana lagi gak nolak kok, bener deh. Hehe... Kan katanya cinta tanah air dimulai dengan menjelajahi tiap sudut terindahnya...bener gak tuh? ;)
So, kl ada yg mau backpacking ajak2 ya, lg nyari temen nih... :p

XPDC to GeDe

Saya bukan pendaki, hanya pejalan kaki
, begitu alasan saya saat evaluasi dimulai.

Yap, perjalanan menuju puncak gunung Gede kali ini memang enggak mudah. Bukan saja karena cuacanya yang ekstreme -sebentar panas, sebentar hujan...bahkan badai- tapi juga karena isi tim kami lebih banyak perempuan. Yah, tau sendiri kan kalo beberapa perempuan berkumpul; pasti bawaannya ngobrooolll terus. Jadi mohon maklum kalau akhirnya perjalanan jadi sedikit terhambat gara2 keasikan ngegosip di tengah jln :p

Well, sebenarnya ini adalah perjalanan yang saya putuskan secara tergesa2. Gimana enggak, secara ajakannya saja baru saya terima hari Jumat lalu. Itu pun menjelang jam pulang kantor, yg notabene menjadi waktu yg teramat sangat gak tepat utk mengajukan cuti dadakan. Alhasil baru hari Senin lah saya mengajukan cuti dg jantung yg dagdigdug gak karuan. Abis beneran takut gak di-approve. Tp untunglah manager HRD saya yg baik hati langsung meluluhkan permintaan itu, jadi sedikit berkuranglah ketegangannya :D

Akhirnya hari Rabu malam, saya bersama 2 orang teman & 1 'kepala suku' berangkat bersamaan menuju tempat kumpul pertama: markas YSI di Cibodas. Di sana udah menunggu 2 orang teman wartawan dr Kompas yg mau mengambil gambar di atas. Setelah berkenalan singkat, kami pun kembali packing sampai sekitar jam 1 pagi.

Jam 6an, semua anggota tim telah siap dg bawaan masing2. 3 pria dg carrier segede kulkas yg berisi logistik & peralatan masak n tidur, plus 4 perempuan dg carrier 40 literan. Kebayang kan tuh gimana rusuhnya perjalanan itu? :D

Diawali dg sarapan bersama di sebuah warung di dekat pos masuk Gunung Putri, akhirnya kaki kami pun melangkah pasti. Menapak selangkah demi selangkah menuju titik puncak di atas sana.

Tapi setelah makan siang di shelter ke-2, tiba2 hujan mulai turun. Awalnya memang perlahan, tp lama2 mulai menderas membasahi seluruh badan. Alhasil semua mulai sibuk membuat bivak, sekadar utk menyelamatkan logistik sementara kami sibuk memakai rain coat. Namun berhubung hujan itu terus menderas, 'kepala suku' kami pun mengambil keputusan utk melanjutkan perjalanan menuju alun2 SK.

Belum ada setengah jam berjalan, tiba2 kaki saya kram. Dimulai dr telapak, lalu merambat naik ke betis, dan berakhir di paha. Kontan saya jatuh terduduk, benar2 gak mampu menopang badan dengan kondisi kaki yg seperti itu. Untung slh 1 cowok di tim kami cekatan menangkap badan saya & 'membetulkan' otot2 kaki yg menegang. Jadi bisa dilanjutlah perjalanan itu, walo terpaksa berhenti berkali2 karena kondisi kaki saya yg 'kambuhan'.

Malam pertama itu akhirnya qta lewati di 2 tenda. Tidur berdempetan utk menghalau dingin krn pengaruh badai yg terus berlangsung semalam suntuk. Tp untungnya keesokan pagi cuaca kembali cerah, hingga kami pun bs melanjutkan perjalanan menuju puncak.

Hampir jam 2 ketika akhirnya kami berjalan beriringan menuruni puncak lewat jalur Cibodas. Dan begitu berhenti sesaat di shelter Air Panas untuk masak & makan mlm, tb2 badai kembali bergemuruh. Gelaaappp bgt suasana saat itu. Yah, bs dibilang lebih mencekam lah...mengingat kondisi kami yg udah kecapekan. Walau begitu, acara masak-memasak pun hrs terus dilakukan spy kami gak kelaparan.

Di tengah ksibukan, tb2 datang 2 orang Perancis & 2 guide mrk. Tanpa babibu, 2 ekspat itu asik aja menelanjangi diri utk kemudian terjun ke sungai air panas yg berada tepat di samping shelter. Saya yg sdg berjongkok di sampingnya jelas aja terkejut ktk menyadari bhw sosok tegap di sebelah saya cm memakai cawat tipis. Warna merah pula. Alhasil saya yg saat itu sdg mengiris wortel & kentang untuk sayur sop...langsung gak konsen. Kentang yg sharusnya dipotong agak besar, tanpa sadar saya iris kecil2 spt buat dijadikan isi risoles. Jelas aja akhirnya Emon, slh 1 anak survival yg jg lg masak, lsg ngomel. Dan barulah saya sadar kl ternyata saya salah :p

Pengalaman pertama yg seru sebenarnya. Secara baru kali ini saya 'memberanikan diri' jalan ke tempat baru dg teman2 baru. Yah, bolehlah diulang lagi ke tempat lain... Tp tetep, saya akan memposisikan diri saya sbg seorang pejalan kaki...bukan pendaki ;)

SaFaRi AdVaNTuRe



Setelah sekian lama gak 'bertualang' bareng, akhirnya gw dan beberapa sahabat memutuskan untuk jalan2 ke luar kota bersamaan dengan arisan bulan ini. Emang sih tujuan awalnya sekadar buat arisan, tapi sebenarnya kita juga pengin acara ini bisa membuat otak kembali fresh. Makanya kita memilih untuk berangkat pada hari Jumat malem. Bukan langsung ke Cisarua tentu aja, tapi bermalam dulu di rumah si kembar sahabat gw di Cibubur. Malam itu setelah ngumpul di rumah gw yang dijadiin base camp pertama, kita pun berangkat ramai2 ke Cibubur dengan 2 mobil. Saat itu waktu udah menunjukkan pukul 10 malam ketika mobil2 meluncur menembus kemacetan tol Jakarta.

Sekitar jam 11an, kita pun sampai di base camp ke-2. Di sana gak langsung tidur, tapi justru mulai masak-memasak. Kayak yang tadi gw bilang, karena niatnya emang mau rekreasi, akhirnya kita pun memutuskan untuk memasak sendiri makanan yang akan dimakan di sana. Mulai dari capcay, daging balado, juga perkedel.
Tapi berhubung gw gak terlalu suka dengan kegiatan yang satu ini (ups, jadi kebongkar deh ;p), gw pun memilih untuk mengupas wortel dan kentang untuk diolah. Setelah selesai, gw langsung memilih untuk meninggalkan 'area berbahaya itu' dan langsung tidur di kamar tengah bareng Tati n Dame :D

Cuma emang dasar cewek, biarpun saat itu udah jam 1 lewat...tetap aja tenaga buat ngobrol gak berkurang. Jadilah saat itu kita ngegosip dengan mata terpejam (yah, gak bisa boong sih kalau sebenarnya mata udah pengin rapet, tapi mau gimana...godaan buat ngegosip jauh lebih besar dari yang disangka sih :p).

Akhirnya gara2 tidur kelewat malem ini makanya kita semua telat bangun. Niatnya pengin berangkat jam 6 pagi, yang ada jam segitu malah baru pada keluar kamar. Jelas aja kaget. Apalagi begitu di luar menemukan teman2 lain udah pada rapi and ready to go, makin gradak-gruduk aja kita. Mandi, ganti baju, dan sarapan pun dilakukan dengan kecepatan ekstra. Jadilah kita baru berangkat jam 8an.

Maceeeettt banget jalanan ke arah Cisarua. Apalagi di mobil Panther (pinjeman dari tetangganya Novi) yang diisi oleh Aqin yg bertindak sebagai supir, Lele, Tati, Dame, gw, Uwee dan Ryan gak ada AC-nya. Jadi bisa dibayangin deh gimana panasnya. Cuma emang di dalem itu isinya orang2 'dodol', jadi perjalanan itu gak bikin bete sama sekali. Seru banget malah, secara pada ceng2an sambil ngelanjutin gosip yang semalam sempat terhenti.



Di daerah Gadog, tiba2 ada 2 mobil polisi yang menyalakan sirine yang meraung2 dari arah belakang. Berisik banget. Bahkan seperti gak puas dengan 'kehebohan' yang ditimbulkannya, mereka malah 'berteriak' lewat pengeras suara. Intinya sih kita disuruh jalan cepat karena jalanan mau ditutup. Jadilah kita kayak adegan di film action, dimana mobil penjahatnya lagi dikejar2 sama mobil patroli :D

Senang sih karena gak perlu memakan banyak waktu untuk sampai di TSI, tapi jadi sedikit deg2an aja dengan kondisi mobil saat itu. Abis mobilnya keliatan tua banget sih. Dan benar aja ternyata. Begitu sampai di loket pembelian karcis, tiba2 mobil yg gw naekin mati mesin. Bahkan karena gak juga nyala walo udah di-starter berkali2, akhirnya itu mobil didorong sama beberapa petugas jaga loket ke tepi jalan masuk.

Dan percaya atau gak, ternyata ini adalah awal dari petualangan kita. Karena begitu mobil berhasil nyala lagi setelah diperiksa oleh montir yg dipanggil oleh petugas TSI, itu mobil jadi agak 'bergaya' gitu...agak susah dikendalikan. Tapi emang dasar Aqin error banget anaknya, itu mobil hampir berkali2 keluar jalur karena dia keasikan ngasih makan binatang.

Melewati pagar kawat yang bertuliskan "Area hewan berbahaya, dilarang membuka jendela", lagi2 error-nya Aqin kumat. Karena terlalu serius memperhatikan binatang yang bernama Binturong, ban mobil kanan depan pun keluar jalur. Tapi gak seperti 2 kejadian di awal tadi, kali ini mobil itu pun mati mesin dengan sukses. Bahkan seperti kasus pertama, kali ini pun itu mobil gak juga mau menyala walau udah di-starter berkali2. Panik pastinya, secara itu tempat dipenuhi dengan hewan2 berbahaya. Tapi kalau mau diam terus di dalam juga agak ngeri, mengingat itu mobil berada di posisi yg gak banget: turunan yang berkelok!



Menyadari kepanikan itu, tiba2 Rani yang menyupiri mobil depan langsung menekan klakson panjang sebanyak 3x. Yup, benar banget...ini adalah tanda SOS buat petugas. Tapi setelah hampir 10 menit gak juga ada petugas yg datang, akhirnya Aqin dan Lele pun memberanikan diri buat keluar mobil. Mereka tukeran tempat gitu untuk mengembalikan ban depan ke jalur aspal. Dan karena melihat ini, Fery dan Ahmad dari mobil depan pun keluar. Mereka bertiga sama Aqin ngedorong mobil untuk mundur. Bahkan Ryan yg terperangkap di kursi belakang teriak2 dengan muka tegang, meminta salah satu dari mereka untuk membukakan pintu dari arah luar. Karena usut punya usut, ternyata pintu itu macet dan gak bisa dibuka dari dalam. Akhirnya gw, Dame, dan Tati pun ikutan turun. Tapi bukan untuk membantu mereka, melainkan untuk pindah ke mobil depan karena Rani dan Novi juga udah ikutan turun untuk bantu mendorong. Jadilah Ford Everest itu penuh dengan cewek2 yang bertampang seputih kapas. Pucet abis!



Sekitar 5 menit kemudian, itu mobil berhasil kembali ke jalan dengan posisi melintang. Jelas aja ini membuat mobil2 lain di belakang gak bisa lewat. Tapi sebentar aja posisi ini dipertahankan, karena gak lama kemudian mobil malah meluncur turun tanpa bisa ditahan. Dan yang membuat gw benar2 panik, itu mobil akhirnya malah meluncur memasuki kandang Puma. Tau dong gimana seramnya binatang itu? Alhasil langsung gw tekanlah klakson kuat2 berkali2. Abis gw takut temen2 dimakan sama itu binatang (*bukan lebay lho ini, beneran...).

Gak lama kemudian datang 3 petugas rescue yg akhirnya membantu mereka. Dan akhirnya perjalanan pun bisa dilanjutkan dengan formasi yg berubah. Aqin gak lagi nyetir Panther, tapi ganti menyetir Ford. Dan gw, Tati, juga Dame ikut pindah ke mobil itu...menggantikan Fery dan Ahmad yg pindah ke Panther. Maksudnya sih buat berjaga2 kalau2 itu mobil mati mesin lagi.

Sisa perjalanan sih lumayan aman, cuma pas mau ke Villa aja itu mobil kembali berulah. Saat itu gw yang duduk di kursi tengah tiba2 mencium bau kopling yg menyengat. Sambil mencoba untuk tetap tenang, gw sms salah 1 teman di mobil depan (yoi, setelah kejadian di TSI, Ford emang sengaja jalan di belakang mengawal Panther) untuk nanyain kondisi kopling mereka. Belum juga mereka menjawab sms gw, tiba2 dari celah ban kanan depan mulai keluar asap putih. Jadilah Rani langsung menghentikan mobilnya di tepi jalan. Cuma 5 menit sih, tapi tetap aja kejadian ini membuat beberapa orang di luar merubung. Biasalah...mereka 'memaksa' kita untuk mengutak-atik mesin. Tapi berhubung gw udah tau tak-tik itu, gw bisikin aja teman2 cowok buat menolak mereka dan masuk ke mobil masing2 untuk meninggalkan tempat itu. Untung jarak villa udah tinggal 1 KM lagi, jadi agak tenang deh.

Pfiuh,,,kalo dipikir2 sih yang kayak gini nih advanture alami namanya. Emang panik, tapi kalau dipikir ulang jadi bikin gw pengin ketawa. Gimana gak, mengingat orang2 lain cuma bisa ngerasain Safari Night atau Safari Trek...gw dan teman2 malah ngerasain Safari Advanture... :p

aRiSan JaLaN2


Kemarin gw n anak2 lagi2 kumpul buat arisan. Tapi kalau biasanya kita kumpul di rumah salah satu teman, kemarin ada yang sedikit berbeda. Secara yang seharusnya ditempati adalah rumah Tati, itu anak agak kasihan gitu sama kita. Bukan apa2, rumahnya yang sekarang kan jauh banget gitu lho...di ujung Bekasi sana. Jadi dari pada kita pada mabok di jalan (*halah, lebay lagi deh niyh ;p), akhirnya kita memutuskan untuk mengadakan arisan sekalian jalan2. Dan yang jadi rute kita kali ini adalah Kota Tua-Monas!

Awalnya, jam 7 pagi, berturut2 datang ke rumah; Iin, Uwee, Ally, trus Tati. Secara yang lain tiba2 ada acara mendadak yang membuat mereka akhirnya gak bisa ikutan, jadilah kita berlima langsung jalan sekitar jam 9an. Awalnya kita naek busway dari RS Islam ke Kota, abis itu langsung jalan ke Museum Bank Mandiri deh. Keliling2, liat2, sambil foto2 deh. Yah, biasa...kalo udah ngumpul gitu jiwa narsis langsung pada keluar secara alamiah :D

Gak lama kita di situ. Karena setelah puas mengelilingi museum, akhirnya kita pindah ke tempat kedua: Museum Fatahillah! Hmm, komentar gw tentang tempat ini sih 1: spooky!
Sumpah gak boong. Walopun saat gw ke sana pas lagi rame2nya pengunjung, tapi tetap aja gw merasa aura gak enak gitu. Ngg, atau emang gw nya aja yang penakut ya? Gw gak ngerti. Apalagi pas di bagian taman belakang tuh, tempat kita akhirnya cuek foto2 di tengah teriknya matahari. (*kan teteup...narsis is a must! ;p)

Dari situ kita lanjut ke museum seni rupa dan keramik yang terletak gak jauh dari situ. Sebelum ke tempat ini, kita sampat2nya foto2 di lapangan depan trus beli es potong dulu rame2. Maklum, cuaca saat itu puanaaaaaasss buangetz. Dan gokilnya, kita sempat2nya tuh minta fotoin sama abang tukang es nya, ehehehe. Walau gak tahu juga sih gimana hasilnya. Secara saat itu yg berfungsi cuma kameranya Iin, jadi kurang maksimal deh kita narsisnya ;p

Well, setelah capek keliling2 di museum keramik, kita memutuskan untuk break makan siang dulu. Ya abis gimana, secara udah jam 12 lewat juga gitu kan. Cuma gw baru sadar kalo cari makan di daerah situ tuh gak segampang yang kita pikir. Setelah berkali2 mondar-mandir gak jelas, akhirnya kita memutuskan untuk cari restoran fast food di stasiun Kota. Pertimbangannya sih cuma satu: buat makan kita gak berani nih ngegembel ;p

Abis makan, rencana kita buat mampir ke musem wayang batal. Bukan apa2, abis kalo mau ke situ berarti kita harus putar arah lagi. Sementara saat itu matahari udah menyengat banget di atas ubun2, jadi kita pikir mending lanjut ke tempat selanjutnya aja deh.
Tempat selanjutnya yang kita datangi adalah Museum Nasional di seberang Monas. Tempatnya lebih mendingan (dalam arti gak terlalu 'nyeremin' kayak museum2 sebelumnya gitu deh ;p), cuma tetap aja yg namanya museum terasa agak aneh. Sepi, dingin, trus tenang aja gitu rasanya. Selesai dari situ, kita sempat duduk2 dulu di depan. Kan ada undakan gitu tuh, jadi kita sempat2in foto2 skaligus ngocok arisan. Sampai akhirnya itu tempat penuh sekitar jam 4an, baru deh kita cabut ke arah Monas. Cumaaaaaa, secara sore itu Monas puenuh buangetz, akhirnya kita gak jadi masuk deh. Padahal tadinya kita mau agak2 ngadem di dalam gitu lho :D

Wuah, intinya jalan2 seharian kemarin seru deh. Belum pernah gw keliling 5 museum dalam sehari gitu, sama teman2 dekat lagi. Jadi yaaaa rusuh aja gitu perjalanannya :D
Seruuuuu...

VaCaTion...




Hari pertama masuk kerja lagi, ternyata bikin gw mati gaya abeeesss...
Gimana gak, secara di kantor baru ini gw sama sekali gak dapet akses internet (damn!!!). Padahal tau donk, gw kan orang yang gak bisa hidup tanpa internet kalo di kantor (ehehehe). Tapi untungnya kesenangan gw gara2 liburan bareng sohib2 2 harian kemarin masih membekas, jadi gak bikin gw nge-drop deh seharian ini.

Yoi bener banget, Sabtu-Minggu kemarin gw sama anak2 akhirnya berhasil liburan. Senang banget pastinya, secara udah lamaaaaa banget kita gak bersenang2 rame2 begitu. Makanya sejak sekitar 3 bulanan lalu gw minta mereka pada meluangkan sedikit waktu buat liburan bareng. Emang gak gampang sih, secara pada punya kesibukan masing2. Itu aja akhirnya gak semua bisa ikut karena berbagai macam alasan. Tapi biarpun tanpa Iin yg masih betah di Jepang, Ally yg tiba2 ada job dadakan, dan Uwee+Ryan yg tiba2 ngebatalin karena ada urusan sendiri, the show still must go on. Dan akhirnya... terjadilah kejadian itu kemarin.

Berawal dari rumah nenek gw (yang dijadiin base camp sama anak2), akhirnya kita konvoi 2 mobil. Dhyta, Pepi (suaminya), Tatitu, gw n Putty (adek gw) ada di Solunanya Pepi. Sementara di Avanzanya Kobe yang memimpin konvoi, ada Rani, Aqin (cowoknya), Novi, Gina (temennya), Dame, Lele (cowoknya), juga Nori (adeknya - btw namanya bener kan, gw lp ;p). Dari Jakarta kita langsung meluncur ke Lembang via tol. Dari Jakarta sekitar jam 9, sampe sana jam 12an. Check in villa sebentar, trus langsung meluncur lagi buat makan siang. Dari situ, kita langsung lanjut ke Tangkuban Perahu.

Di bawah rintik hujan yang makin lama makin menderas, 2 mobil kita yang beriringan berusaha untuk terus menembus kabut yang semakin lebat. Apalagi jalan menuju itu gunung yg kita lewati, benar2 gak ada bagus2nya. Udah geradakan kayak kulit duren, tikungannya curam2 lagi. Yang pake Avanza sih gak ngaruh, tapi kita yg di Soluna udah deg2an gila. Bukan apa2, Pepi tuh nyetirnya pelaaaaannn banget sambil meliuk kanan-kiri buat menghindari lubang2 yg menganga lebar, sementara Nori yg nyetir mobil depan udah nyaingin sopir metromini. Jadi gak aneh kalo gw berkali2 ngirim sms ke mobil depan buat berhenti di pinggir jalan buat nunggu kita (*ehehehe). Tapi seru sih jadinya, secara begitu nyampe atas langsung aja narsisnya pada keluar. Cari angle yg bagus, trus langsung deh... foto2! ;p Gak kita pedulikan hujan yg makin menderas, seperti gak kita hiraukan hembusan angin yg makin menggila (*weits, gila gak tuh bahasa gw ;p).

Dari situ kita balik lagi ke villa buat istirahat sebentar plus mandi2. Jam 8an kita keluar lagi buat nyari makan malem, trus lanjut ke atas buat nyusu di warung pinggir jalan sambil tuker kado. SERUUUUUUU BANGETTTTZZZZ :D
Cela2an, foto2an, iseng2an, jadi agenda wajib saat itu. Cuma,,,hmmm, sebenarnya ada kejadian gak enak sih, yg sempat bikin drop. Cuma gw gak usah bahas deh, secara yg mau gw bahas cuma yg seru2nya aja (*maksudnya supaya yg gak ikut pada ngiri gitu, ehehehe...penting ;p).

Sekitar jam setengah 12an, baru kita balik ke villa. Cuma emang dasar cewek ya, kalo udah ngumpul pasti susah tidur deh. Yg ada ngobroooolll terus sampe sekitar jam 1an. Baru deh setelah matanya pada kreyep2 pada balik ke kasur masing2 sambil selimutan. Dan besokannya kita benar2 kesiangan!!! Niatnya mau jalan lagi sekitar jam 7, ini jam segitu baru pada bangun. Jadi setelah sarapan kita langsung check out deh. Hmm, gak langsung pulang sih, karena dari situ kita mampir dulu ke kebun strawberry. Liat2 strawberry, nguji nyali di arena flying fox, sambil -lagi2- foto2 :D

Setelah puas baru deh kita ke Cihampelas. Nyari surabi buat oleh2 (sebenernya ini titipan nyokap gw sih, cuma akhirnya anak2 pada ikutan deh ;p), makan mi kocok di pinggir jalan, trus belanja-belanji... Dan sekitan jam 3an baru deh kita pulang.

Ugh, capek tapi SERUUUUUU... :D
So, Guys, next vacation mau kemana nih kita? ;)

Jejak Langkah